LINKQ

Rabu, 18 Mei 2011

[Terjemah] Statement dari Markas Media Al-Fajr || Ta'ziyah dan Ucapan Selamat kepada Ummat berkenaan dengan Syahidnya Singa Islam Syaikh Usamah


بسم الله الرحمن الرحيم





“Dan berapa banyak Para Nabi yang berperang bersama Sejumlah Besar dari Pengikutnya yang bertaqwa, mereka tidak berkecil hati dengan apa yang menimpa mereka di jalan Allah, mereka tidak pula lemah semangat dan tidak menyerah. Dan Allah menyukai orang-orang yang Sabar. (146) Tidaklah mereka berdoa kecuali “Wahai Rabb kami, Ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah Pendirian kami serta tolonglah kami terhadap orang-orang Kafir”. (147) Maka Allah memberikan kepada mereka Pahala di Dunia dan Pahala yang Baik di Akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang Berbuat Baik (148)”

Setelah menempuh perjalanan panjang dalam Dakwah kepada Allah ini, serta berhijrah dengan jiwa, harta, keluarga, anak dan kemudian Berjihad di jalan Allah Ta’ala dan menghancurkan dengan Kebenaran Para Pemimpin Kelaliman, Kekufuran dan Ketidakadilan serta mengangkat senjata membela diri dari serbuan Para Agresor yang sewenang-wenang, Para Penjajah yang menjajah Negeri-negeri Islam, dan Memotivasi untuk Berjihad dengan Jiwa dan Harta, Dialah Sang Pahlawan Ksatria Ummat ini, Syaikhul Jihad, Singa Islam (Usamah bin Laden) yang telah pergi setelah ia tegakkan Hujjah, menerangi jalan dan mengangkat Panji Dien ini.
Wahai sahabatku, tinggalkanlah senandung Hawa Nafsu ### dan kegenitan gadis-gadis yang lembut nan cantik

Hiasilah pendengaran dengan engkau ceritakan sebuah Kisah ### yang engkau perharum dengan minyak wangi Misk yang semerbak harumnya

Seseorang yang diberkati telah membuat kata-kata dari darah ### sebaik-baik tulisan adalah saat dijabarkan

Di kelas-kelas tentang Keteguhan, tentang Kedermawanan ### tentang Kemuliaan, tentang Keagungan, tentang Lapang dada

Syeikh dan komandan kami Abu Abdillah Usamah – semoga Alloh merahmati beliau – bukanlah manusia baru yang tidak berlaku baginya sunah kehidupan. Tetapi beliau adalah lelaki sebagaimana layaknya manusia lain yang bisa sakit dan mati. Alloh Ta`ala telah berfirman kepada Nabi-Nya Saw :

“Dan kami tidak menjadikan manusia sebelum kamu kekal. Apakah jika kamu mati maka mereka akan kekal…??? Setiap jiwa itu pasti mati, dan kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah, dan kepada kamilah kalian dikembalikan”.

Tetapi dalam timbangan amal, beliau adalah ksatria umat, dan lelaki yang berbeda dengan para lelaki lainnya dalam mengemban tanggung jawab dan dalam upaya melawan ketidak adilan, mengangkat urusan umat Islam, dan kepemimpinan beliau terhadap batalion Mujahidin.
Tanyalah para ksatria penumpas ketidak adilan, siapakah yang menghidupkan mereka ### Pada hari pertempuran Saad, Mutsanna dan Sholahuddin

Tanyalah kegelapan malam, siapakah yang membawanya ### Setelah tersesat…? tanyalah pada kepakan sayap

Tanyalah para korban Romawi yang tidak bisa makan ### Dalam api pertempuran yang penuh dengan mata-mata tombak

Bagaimana singa bisa menyerang mereka ### Hingga memperoleh keberuntungan, pertolongan dan teriakan

Kami di Media Al Fajr Pusat, ketika kami berkabung atas kematian Syeikh kami yang gagah, tetapi kami juga berbela sungkawa dan mengucapkan selamat. Kami berbela sungkawa kepada umat dan diri kami atas kepergian lelaki yang menjadi symbol ini, dan kami sampaikan ucapan selamat kepada umat khususnya para Mujahidin, bahwa Syeikh kita telah terbunuh dalam kondisi maju pantang mundur dan telah mencapai apa yang beliau angankan berupa kesyahidan dengan idzin Alloh dan kondisi beliau seolah berkata :

Kami tidak mundur ke belakang ketika luka kami mengalirkan darah ### Tetapi kami terus berjalan meskipun darah terus menetes
Syeikh – semoga Alloh merahmati beliau – bersikap tsabat ketika banyak para Ulama dan pemimpin umat yang menyerah, beliau maju ketika orang-orang yang di barisan depan mundur. Beliau tetap tsabat menghadapi super power masa kini seperti benteng yang kokoh meskipun serangan dan ujian yang ditimpakan mereka kepada beliau sangat dahsyat, tetapi beliau tetap tersenyum yakin dengan pertolongan Alloh dan bantuan-Nya. Beliau tidak pernah mundur atau melemah, bahkan beliau memberikan motivasi untuk berjihad dan melakukan istisyhad. Dan beliau mengorbankan nyawa dan hartanya untuk itu. Orang semisal beliau bisa dikatakan :

Anda berdiri tegak, dan tidak ada keraguan bagi orang berdiri tentang kematian ### Anda seolah tidur di kelopak mata kematian

Luka-luka kekalahan para Pahlawan menyapamu ### Tetapi wajahmu tetap bercahaya dan bibirmu tersenyum

Sungguh, dalam kesyahidan Syeikh ada beberapa pelajaran :

  • Sesungguhnya qudroh Alloh itu diatas semua qudroh, dan “setiap ajal itu telah ditulis dalam kitab”, tidak akan mati jiwa hingga sempurna rizkinya.
  • Peristiwa seperti ini, tanpa melihat aspek militer dalam perang kita melawan musuh, melukiskan sisi ubudiyah (kehambaan) yang sangat penting dan agung, yaitu kita jadi tahu bahwa segala urusan itu milik Alloh baik sebelum maupun sesudahnya. Kita hanyalah hamba Alloh, berlaku atas kita apa yang diinginkan dan dipilihkan oleh Alloh. Dan agama Alloh itu tidak tergantung pada keberadaan beberapa orang, yang mana jika mereka mati, maka agama ini akan ikut mati. Tetapi agama Alloh akan tetap eksis, dan terbunuhnya seorang komandan atau kematiannya hanyalah ujian bagi umat dan para Mujahidin. Maka, barang siapa yang menyembah Usamah, sungguh Usamah telah mati, tetapi siapa yang menyembah Alloh, maka sungguh Alloh tetap hidup dan tidak akan pernah mati.
  • Kami beranggapan bahwa Alloh telah mewujudkan sumpah Syeikh kita Asy Syahid dengan idzin Alloh. Lihatlah Amerika, mereka tidak pernah merasa aman baik ketika syeikh masih hidup maupun setelah beliau mati, bahkan orang-orang munafik di Negara-negara islam turut memberikan penghormatan tertinggi karena khawatir akan aksi pembalasan atas darah Syeikhul Jihad dan singa Islam. Itulah karomah yang hanya diketahui oleh orang-orang yang hatinya hidup dan orang-orang yang berbeda pendapat tetapi bersikap adil.
  • Sungguh, kematian Syeikh Abi Abdillah Usamah telah menjelaskan dalamnya kecintaan umat Islam terhadap lelaki ini, meskipun sebagian mereka berbeda pendapat dalam beberapa ijtihad, tetapi mereka tetap menjadikan beliau sebagai symbol umat, dan ksatria yang sangat terang dalam hal kepahlawanan, pengorbanan dan tebusan. Beliaulah pengayom umat dan pembelanya, sehingga kematian beliau menimbulkan goncangan dalam hati umat islam dan orang-orang yang beramal. Dengan kematian para Pahlawan maka umat akan hidup, maka hendaklah mata para pengecut tidak terpejam.
  • Sungguh, Syeikh Abu Abdulloh – semoga Alloh merahmati beliau – memperoleh kedudukan ini dengan akhlaknya yang mulia, kesucian lesannya, harga diri dan kejujurannya sebagaimana yang kami sangkakan dan Allohlah yang akan menghisab beliau :
Serupakanlah dirimu jika kamu tidak bisa seperti mereka ### Karena menyerupakan diri dengan orang mulia itu adalah kejayaan
  • Syeikh adalah sosok yang pandai bersiasat dan berpandangan jauh. Semoga Alloh memberkahi amalnya, dan menjadikannya seperti karang yang akan menghancurkan makar-makar musuh kepada umat Islam, dengan pengaturan dan langkah yang baik, dan usaha yang sungguh-sungguh dalam meraih factor-faktor nyata yang membantu untuk mencapai tujuan/ target. Maka ambilah pelajaran darinya, dan jauhilah aksi yang tidak bersandar pada penelitian secara mendalam terhadap perkembangan realita atau tidak mepertimbangkan hasil, sehingga umat bisa ikut memetik hasil dari aksi kalian dan Alloh memberkahinya sehingga buahnya bisa dirasakan oleh kaum muslimin.
  • Kami menyampaikan kabar gembira dengan kesyahidan Syeikh. Kami benar-benar telah melihat runtuhnya Uni Sovyet setelah terbunuhnya Syeikh Abdulloh Azzam, dan dengan idzin Alloh kesyahidan syeikh Usamah adalah awal dari runtuhnya Thoghut masa kini yaitu Amerika.


Risalah untuk para Ulama dan Dai umat :
Wahai para Ulama dan dai umat… Belum tibakah saatnya kalian bergabung dengan kafilah Jihad…??? Belum tibakah saatnya kalian untuk meninggikan kedudukan kalian dalam hal ta`lim, fatwa, pengarahan, tarbiyah dan tahrid…??? Sungguh, para Mujahidin adalah cahaya umat, meskipun mereka dikepung oleh pasukan keamanan, militer dan media, tetapi mereka tetap mengulurkan tangan-tangan mereka yang putih kepada kalian dan meminta kalian untuk maju. Sungguh, medan-medan pertempuran merindukan seorang Ulama yang mau beramal, yang membuktikan ilmu dengan amal, mengajari manusia dan berjihad di jalan Alloh.

Wahai Ulama kami… Belum tibakah saatnya bagi kalian untuk membela kebenaran, padahal kalian telah melihat para penguasa membunuh rakyatnya tanpa belas kasih dan tanpa moral…???

Sungguh, para Thoghut hari ini dalam kondisi paling lemah, maka bangkitkanlah tekad dan sampaikanlah kepada manusia akan wajibnya menerapkan syareat yang karenanya para Mujahidin mengorbankan darah mereka. Jangan kalian bakhil untuk menyampaikan kebenaran yang dengannya Alloh akan mengangkat derajat kalian, dan jangan kalian tinggalkan rakyat menjadi sasaran setiap pencari kekayaan yang gemar bermain-main.


Risalah kepada orang yang berbeda pendapat dengan Para Mujahidin baik secara syar`i maupun politik (strategi) :
Wahai orang yang Alloh jadikan berani menyuarakan kebenaran dengan jujur, dan perbedaan para Mujahidin tidak menghalangi kalian untuk tetap berbelas kasih terhadap syeikhul jihad dan singa Islam, kami telah mendengar statemen kalian yang menjadikan aksi para Mujahidin antara dua hal : yaitu orang yang benar ijtihadnya sehingga dia mendapat dua pahala, dan orang yang salah ijtihadnya sehingga dia hanya mendapat satu pahala. Demi Alloh, kami berharap sumbangsih kalian tetap berlanjut, tidak hanya terkait dengan kematian Syeikh atau terpengaruh oleh kepergian beliau atau kamu ingin mendengar pujian umat kepada beliau, karena adil dalam menyampaikan hukum kepada manusia dan jamaah adalah termasuk ajaran agama, dan hal itu tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang merdeka yang mulia yang menjadikan keadilan sebagai motonya. Para Mujahidin itu butuh nasehat dan bimbingan, bukan kritikan dan kecaman.


Risalah untuk orang-orang yang bergembira dengan kesyahidan Syeikh :
Duhai kiranya Alloh mencela orang-orang yang tidak akan kamu lihat ### Berada dalam hamparan kehinaan dan pesimis
Mereka disusui dengan susu kehinaan dan pasti ### Akan tumbuh menjadi celaan abadi
Berapa banyak lidah tajam yang nampak dari mereka ### Dibalik itu ada cahaya kebaikan yang menghiasinya
Kepada mereka yang menari-nari diatas luka kami… Tenang, Demi Alloh… itulah perjalanan perang . musibah yang menimpa kami yang membuat kalian gembira itu hanyalah api yang dengan idzin Alloh akan membakar hati-hati kalian. Dan seorang mukmin yang bertauhid akan menghadapi musibah tersebut dengan sabar, mengharap pahala Alloh dan tetap teguh. Apa yang kalian lihat dari kebahagiaan orang-orang kafir atas terbunuhnya syeikh Usamah bin Ladin, tidak lain adalah sekarat yang akan berlanjut dengan penyesalan. Usamah hanyalah seorang lelaki yang telah menunaikan kewajibannya yang kemudian pergi, sambil meninggalkan pasukan yang akan mengguncang peristirahatan kalian, yang dengannya Alloh akan menyingkap borok kalian setiap saat.

Kami katakan kepada siapa saja yang berkata bahwa jihad akan terhenti dengan meninggalnya syeikh usamah – semoga Alloh merahmati beliau - : Agama ini bukan milik usamah, tetapi milik Alloh. Dan kafilah Jihad akan terus berjalan dengan pertolongan Alloh tanpa terpengaruh oleh gembosan para penggembos. Dan agama ini akan mencapai wilayah sesuai dengan keputusan Alloh dengan kemuliaan orang yang mulia dan kehinaan orang yang hina.


Risalah untuk Seluruh Kaum Muslimin :
Kalian telah melihat langsung apa yang telah dilakukan oleh para Penguasa itu kepada rakyatnya. Sungguh, keinginan rakyat itu meskipun hanya sekilas, tidak lain adalah tunduk kepada program dan keinginan orang-orang yang memegang hukum dan keputusan (Penguasa). Hukum rakyat adalah untuk rakyat… yang merupakan buah dari Demokrasi – artinya hal itu hanyalah hayalan dan fatamorgana yang dilakukan oleh orang-orang Munafik untuk menipu manusia-manusia dungu, dan digunakan oleh orang-orang yang memiliki ambisi baik yang awam maupun yang intelek demi mewujudkan ambisi mereka dan mengeruk keuntungan pribadi dan menimbun kekayaan.

Kalian juga melihat bahwa orang-orang kafir barat yang disanjung-sanjung oleh antek-antek celaka yang telah menjual umat dan kekayaan mereka kepadanya, kekayaan tersebut menjadi modal untuk mengembalikan penjajahannya kembali dengan alasan menjaga warrga sipil dari arogansi Penguasa dictator, dan dibawah seruan yang disuarakan oleh Orang-orang yang kalah dan para munafikin, yang tidak pernah peduli dengan urusan agama dan tidak pernah menyerukan syareat untuk melawan penjajah. Barat ini tidak pernah berfikir kecuali demi kepentingannya sendiri. Jika ada bantuan, maka dia akan mengambil ganti seribu kali lipat dan membungkam agama kalian. Tangan yang satu memegang bantuan, tetapi tangan yang lain memegang salib dan kehinaan.

Jadi, solusinya terdapat pada jihad yang jujur di bawah panji yang jelas yang puncaknya adalah berperang di jalan Alloh. Berkumpul di sekitar kepemimpinan para Mujahidin dan membantu jihad dengan jiwa, harta dan pendapat agar kalimat Alloh tinggi, dan demi tegaknya syareat Alloh di muka bumi, agar manusia bisa merasakan keadilan setelah sebelumnya didholimi, merasa aman setelah sebelumnya ketakutan, dan sebagai tambahan dibukakannya berkah langit dan bumi sebagai buah dari ketaqwaan.
“JIka sekiranya penduduk negeri itu mau beriman dan bertaqwa niscaya akan Kami bukakan bagi mereka berkah dari langit dan bumi”.

Waspadalah dari para pencuri pengorbanan yang selalu mengintai kalian. Kalian terbunuh demi membela hak-hak syari kalian, yaitu kebebasan dan karomah (kemuliaan), tetapi kemudian mereka merampas kemenangan kalian tanpa mengerahkan kuda, dan tunggangan, atau menggerakkan kaki atau menantang bahaya. Jadikanlah kebangkitan kalian adalah jihad melawan orang-orang dholim di jalan Alloh. Aturlah kebangkitan tersebut dengan baik hingga tidak ada yang menyerobot. Jadilah kalian orang yang cerdas dan sigap hingga darah kalian tidak sia-sia dan usaha kalian tidak menjadi debu. Berusahalah agar kematian kalian adalah syahid di jalan Alloh, karena hal itu adalah kebaikan dan keuntungan. Adapun mati di jalan demokrasi adalah mati jahiliyah dan kerugian di dunia dan akherat. Jangan sampai kalian korbankan darah kalian, tapi kemudian kalian dapati amal kalian itu “seperti fatamorgana di tengah padang pasir yang disangka oleh orang yang kehausan sebagai air, hingga saat dia mendatanginya, ternyata dia tidak mendapati apa-apa. Dan dia mendapati Alloh berada di sisinya, lalu Dia menghisabnya dengan teliti. Dan Alloh sangat cepat hisab-Nya”. Kematian itu hanya sekali, maka jadikanlah mati itu di jalan Alloh.


Risalah untuk rakyat Amerika :
Kami katakan kepada kalian : pembunuhan kalian terhadap Syeikh usamah adalah kesalahan fatal, dosa besar dan benar-benar akan menyeret kalian kepada berbagai bencana dan petaka yang akan memupuskan kegembiraan kalian. Sungguh, Obama telah menjual murah darah-darah kalian untuk mengukuhkannya berada diatas kursi pemerintahannya. Kami nasehatkan kalian untuk bangkit, baik berdua atau sendiri agar kalian memikirkan urusan kalian. Sebentar lagi dia akan tetap menjadi presiden kalian, dia akan jerumuskan kalian kepada kematian dan bahaya, dan menghilangkan rasa aman dari kalian…?!!

Peristiwa 11 september adalah buah dari tanaman Bill Clinton, Bush bapak dan para Presiden sebelumnya, sudah berapa banyak kerugian yang kalian derita…??? apakah si Tolol Bush telah berhasil menjauhkan kalian dari kemarahan umat Islam…??? Atau justru dengan peradaban kalian dia telah mencampakkan kalian ke lembah kehinaan, menghancurkan wibawa kalian dan menaburkan debu ke muka kalian pada hari dia mengumumkan perangnya terhadap Islam dan para mujahidin serta penjajahan terhadap Negara-negara islam…?!!

Wahai rakyat Amerika …. Obama itu sama sekali tidak berbeda dengan pendahulunya yaitu Bush. Perang yang dimulai oleh Bush sekarang dilanjutkan oleh Obama. Dia sama sekali tidak berusaha untuk menghentikannya. Dia tidak menarik mundur pasukan atau menjaga keamanan, tetapi justru terus mengorbankan putra-putra kalian dan menguras harta kalian hingga runtuhlah ekonomi kalian. Jadi, Obama adalah wajah lain dari Bush.

Dan hari ini, Obama membagikan darah Syahid kami kepada kalian, sedangkan kami adalah umat yang tidak bisa tinggal diam, maka setelah ini... Janganlah kalian menyalahkan kami, karena kalianlah yang telah memilihnya sebagai Presiden, maka kalian pula yang akan membayar harganya…!! Obama dijaga oleh pasukannya, lalu siapakah yang akan menjaga kalian dari serangan kami…??

Wahai rakyat Amerika… wahai rakyat Barat… jika kalian masih berakal dan bisa mendengar, suatu hari Syeikh kami telah mengatakannya kepada kalian : “Ajaran mana yang mengatakan bahwa korban mati kalian adalah orang-orang baik sedangkan korban mati kami adalah debu … dan teori mana yang mengatakan bahwa darah kalian adalah darah sedangkan darah kami adalah air … Yang adil adalah perlakuan yang sama, dan yang memulai lebih dulu itulah yang lebih dholim”.

Kami ulang kembali warning Komandan kami kepada kalian :

“Kemudian kami memperingatkan Amerika, jangan berani menyentuh jasad Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau– atau memperlakukannya dengan tidak layak, ataupun kepada anggota keluarga beliau yang mulia baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dan hendaklah Amerika menyerahkan jasad-jasad tersebut kepada keluarganya. Jika tidak, maka tindakan buruk apapun yang kalian lakukan akan kami balas dengan keburukan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian mencela kecuali diri kalian sendiri. Dan kami menyeru umat Islam semuanya untuk melaksanakan kewajiban mereka dalam hal faridhoh yang benar ini”
Risalah untuk para Mujahidin :
  • Jadikanlah kesyahidan Syeikh Usamah bin Ladin sebagai bahan bakar agar kalian lebih semangat untuk berkorban. Janganlah kekuatan kalian melemah atau berhenti untuk melanjutkan perjalanan. Kami katakan : Bangkitlah… hingga kamu mati seperti Syeikh kalian, yaitu sebagai mujahid, murobith, sabar dan berharap pahala dari Alloh sebagaimana yang kami persangkakan.
  • Jangan kalian menoleh pada pergolakan nafsu yang dihembuskan oleh musuh kepada umat Islam dan para Mujahidin. Janganlah kalian berkecil hati ataupun melemah. Perang masih berlanjut hingga Alloh memberikan keputusan antara kita dengan musuh kita.
  • Harus ada pembalasan atas kematian syeikhul Jihad dan singa Islam. Pembalasan yang menjadikan Amerika lupa dengan hingar bingar luapan kegembiraannya dan meneteskan air mata darah.
  • Bersemangatlah untuk melakukan i`dad yang baik dan sesuai, untuk melakukan aksi apapun kepada orang-orang kafir. Dan kami kobarkan untuk melakukan aksi yang beragam yang akan melukai musuh secara telak.
  • Kami katakan kepada setiap muslim mujahid : Jika Anda melihat ada peluang, maka jangan Anda sia-siakan… tidak perlu kalian bermusyawarah dengan siapapun untuk memerangi Amerika dan menghancurka ekonomi mereka. Bumi Alloh itu luas dan asset –aset mereka bertebaran, maka curahkan kemampuan terbesar yang kamu mampu untuk menyerang mereka agar kalimat Alloh itu tinggi , sebagaimana yang dahulu pernah diwasiatkan oleh Syeikh kita yang telah syahid dengan idzin Alloh kepada kita.
  • Dan Kami sarankan kalian untuk melakukan aksi-aksi terror personal yang memiliki efek besar yang hanya membutuhkan persiapan sederhana.


Risalah untuk para Penolong Jihad di mana saja :
Adapun kalian wahai para penolong Jihad… Wahai kalian yang telah berkiprah melalui perangkat media dengan forum-forum kalian, jerih payah kalian dan brigade media kalian. Semoga Alloh membalas kalian dengan balasan yang baik atas kebaikan kalian kepada kami, para Mujahidin dan Umat Islam, dan semoga Alloh menganugerahkan pahala dan anugerah yang melimpah kepada kalian, kami ingin mengingatkan kalian dengan beberapa hal dan kami memberi arahan kepada yang lain pula :

  • Internet adalah medan Jihad, dakwah dan konfrontasi dengan musuh-musuh Alloh. Masing-masing hendaknya menganggap dirinya sebagai mujahid media, lalu dia korbankan dirinya, hartanya dan waktunya kepada Alloh.
  • Setiap kali mujahid memiliki berbagai jenis senjata yang dia tekuni, tentunya manfaatnya akan semakin besar, maka mujahid media seharusnya menekuni berbagai bidang yang bermanfaat untuk pertolongan dan menyibukkan waktu onlinenya di situs internet dengan baik.
  • Forum-Forum jihad bukanlah tempat selingan dan meluapkan emosi serta menyulut perseteruan, tetapi forum adalah medan latihan, belajar dan da`wah. Jadi, masing-masing harus merasa bahwa dirinya adalah pemilik risalah dan menjadi target. Begitu juga dia harus berusaha untuk mempersembahkan sesuatu yang dia miliki yang bermanfaat bagi umat Islam.
  • Akhlak yang baik, bergaul dengan orang lain dengan baik dan menempatkan manusia sesuai dengan posisi mereka masing-masing adalah tuntutan asasi dalam da`wah dan jihad. Hal itu juga merupakan sifat dasar seorang muslim yang mestinya dia berhias dengannya.
  • Kepedulian yang besar dengan publikasi, dan berusaha untuk menyampaikan rilisan-rilisan mujahidin kepada semua level masyarakat, baik publikasi melalui internet atau membagikannya secara langsung dengan menempuh cara yang paling aman dan melakukan hal-hal terpenting untuk menjaga scuritty personal.
  • Jadikanlah peristiwa ini sebagai kesempatan untuk mempublikasikan da`wah tauhid, memotivasi umat untuk keluar berjihad dan menentang para Thoghut, marah karena Alloh.
  • Motivasilah umat untuk menuntut penegakan syareat Islam, sebagai ganti Demokrasi Barat yang kafir.
  • Kobarkanlah semangat untuk berjihad dengan tombak dan lesan, membelanjakan harta di jalan Alloh, dan menyingkap borok musuh-musuh Alloh beserta siapa saja yang bekerja sama dengan mereka ataupun loyal kepada mereka.
  • Bersemangatlah untuk segera menemukan cara terbaru untuk menghadapi perang media, dan menyampaikan risalah mujahidin kepada umat.


Terakhir, tugas kita adalah mewujudkan sumpah Syeikh kita selagi kita masih hidup agar menjadi moto dan slogan kita untuk melakukan aksi pembalasan :

“Kami bersumpah dengan nama Alloh yang Maha Agung yang telah mengangkat langit tanpa tiang. Amerika tidak akan pernah merasa aman, begitu pula orang hidup di Amerika, sebelum kami bisa mewujudkan keamanan tersebut di Palestina secara nyata, dan sebelum seluruh pasukan kafir keluar dari bumi Nabi Muhammad SAW”.

Sabtu, 07 Mei 2011

Statemen lengkap Al Qaeda tentang syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin

fatih
Sabtu, 7 Mei 2011 04:03:20
Hits: 4032
(Arrahmah.com) – Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya dirilis. Pimpinan pusat Tanzhim Qo’idatul Jihad, atau yang lebih dikenal dengan Al Qaeda, akhirnya merilis pernyataan resmi tentang syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin -rahimahullah-.
Tercatat dalam pernyataan tersebut dibuat pada tanggal 3 Mei 2011, sehari setelah penyerangan Amerika. Namun, baru tersebar di media-media Jihad beberapa jam yang lalu.
Berikut pernyataan lengkapnya, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Forum Al-Busyro.
=================================================
بسم الله الرحمن الرحيم
[Tanzhim Qo’idatul Jihad – Pimpinan Umum]
Engkau hidup Terpuji dan Mati sebagai Syuhada
Statement seputar Pertempuran Keengganan dan Syahidnya
Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah
diterjemahkan oleh:
=================================================
Segala Puji bagi Allah yang telah Berfirman :
{وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ}
“Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan”. (QS. Ali Imran : 157)
Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi-Nya yang telah bersabda : “Aku benar-benar berhasrat untuk bisa terbunuh di jalan Alloh, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi” beserta Keluarga dan Para Sahabat Beliau yang telah menyebarkan Al-Haq dengan Keadilan mereka, menjaga Dien ini dengan leher-leher mereka, dan mengalirkan darah-darah mereka untuk meninggikannya.
{فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا}
“Lalu mereka tidak merasa lemah dengan apa yang menimpa mereka dijalan Alloh, tidak melemah dan berputus asa” (QS. Ali Imron : 146) dan siapa saja yang menapaki jalan mereka, berjihad seperti Jihad mereka dan bersabar sebagaimana Kesabaran mereka hingga Hari Kiamat kelak.  Amma Ba’du.
Pada hari yang bersejarah  bagi Ummat Islam yang Agung, bukan hal yang baru bagi para pahlawan dan tokoh sepanjang usianya yang berbarokah, dan di atas jalan yang terhampar yang ditapaki oleh Para Pendahulu maupun Penerusnya yang terbaik, terbunuhlah Syaikh Mujahid Komandan yang Zuhud Al Muhajir Abu Abdillah Usamah bin Muhammad bin Laden semoga Allah merahmati Beliau di medan kejujuran, dimana beliau telah membenarkan Ucapannya dengan Perbuatan dan seruan dengan bukti, untuk menyusul rombongan Ummat terhormat, yang  prosesinya sambung menyambung,  antara para komandan agung, para pasukan yang jujur dan para Kesatria yang Mulia,  beliau enggan untuk memberikan kehinaan dalam agamanya, melepaskan kepemimpinannya dan menghinakan diri kepada mereka yang tertimpa kehinaan dan kenistaan dari kalangan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat. Beliau melawan senjata dengan senjata, kekuatan dengan kekuatan. Dan siap berhadapan dengan kekuatan besar yang angkuh yang keluar dengan semua peralatan perang, Perbekalan, Pesawat-pesawat dan para sekutunya dengan Sombong dan pamer kepada Manusia. Tekad beliau tidak melemah di hadapan mereka dan tidak merosot nyalinya, bahkan beliau  hadapi mereka secara langsung (berhadapan) seperti gunung yang kokoh, dan memang beliau laksana gunung yang kokoh.
Beliau terus mengikuti jalannya pertempuran yang semakin dahsyat dan orang yang melihatnya akan ciut padahal beliau telah berusia udzur, dan beliau tetap menunaikan amanah hingga terkena tembakan pengkhianatan dan kekufuran, untuk kemudian beliau serahkan ruh kepada sang penciptannya, seraya bergumam:
Barang siapa yang mengorbankan ruh yang mulia kepada Robbnya ### Untuk melawan kebatilan mereka, lalu bagaimana dia bisa dicela ??
Agar beliau tutup hidupnya yang bercahaya terang dengan kemuliaan yang telah dia cari selama bertahun-tahun. Beliau merentas daratan untuk mencari dan berhasrat untuk mendapatkannya, hingga beliau menjumpainya dengan gembira ketika hal itu datang kepadanya : itulah kesyahidan di jalan Alloh :
{وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ}
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat : 35)
Dan Kata-kata beliau akan sentiyasa bergema di langit : “Orang yang bahagia adalah orang yang Allah pilih sebagai Syahid”.  Anggapan beliau ini bukanlah anggapan orang yang lemah semata…!!!”
Siapa yang beranggapan bahwa orang yang terjun dalam kancah pertempuran ### Adalah tidak akan tertimpa kematian, berarti dia memiliki anggapan yang lemah
Maka, selamat wahai umat Islam atas kesyahidan sang anak yang berbakti, Usamah. Setelah melewati kehidupan yang penuh dengan kesungguhan dan pengorbanan, tekad dan kesabaran, tahridh dan jihad, kebaikan dan kedermawanan, hijrah dan safar, nasehat dan organisir yang baik, hikmah dan pengalaman, usia Syeikhul Jihad pada abad ini telah ditutup agar darah, kata-kata, peran dan penutupan usia beliau tetap menjadi ruh yang mengalir di dalam setiap rongga tubuh generasi Islam, dari generasi ke generasi.
Mereka telah belajar dari beliau bahwa kemuliaan tidak dibangun dengan angan-angan dan khayalan, bahwa keqiyadahan itu bukanlah kebanggaan dan pajangan, bahwa aqidah dan prinsip itu bukanlah sekedar kata-kata yang terucap di lidah, bahwa agama itu tidak akan menang dengan membuang-buang waktu, kerja dan obrolan, bahwa jalan kemuliaan – di dunia dan akherat – itu terbuka bagi siapa yang mau membayar harganya dan menanggung deritanya, bahwa kepemimpinan dalam agama tidak akan diperoleh kecuali dengan sabar dan yakin, dan bahwa modal utama seseorang itu adalah kejujuran dan keikhlasan.
Jika Amerika berhasil membunuh Syeikh Usamah maka itu bukanlah hal yang memalukan. Bukankah para pejuang dan pahlawan itu hanya terbunuh di medan laga ?? dan setiap ajal itu telah ditentukan. Tetapi apakah Amerika dengan media, antek-antek, persenjataan, para tentara, intelegen dan semua sarana mereka mampu untuk mematikan jihad yang syeikh Usamah telah hidup karenanya dan terbunuh dijalannya ??? Sekali-kali tidak…. Syeikh Usamah tidak pernah membangun tandzim yang akan mati dengan kematian beliau, dan lenyap sepeninggal beliau :
{يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ * هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ}
“Mereka hendak memadamkan cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka, dan Alloh akan menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir tidak suka. Dialah yang telah mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya diatas semua agama yang ada meskipun orang-orang musyrik tidak suka”. (QS. Shoff : 8-9)
Ayat-ayat ini akan menjadi panah yang menancap di leher-leher mereka yang bisu dan tuli lagi tidak berakal. Dan agama Alloh Ta`ala – termasuk jihad di jalan Alloh – akan tetap tegak berdiri selamanya, yang aqidahnya akan dibawa oleh hati-hati yang suci, dihidupkan oleh tangan-tangan bersih, dan eksistensinya akan diraih oleh sekelompok orang yang jujur, yang tidak terpengaruh oleh orang yang hendak menyelisihi dan menghinakan mereka hingga datang janji Alloh.
Sesungguhnya Syeikh Usamah bin Ladin – semoga Alloh merahmati beliau – bukanlah seorang Nabi yang diutus di abad 20, tetapi beliau hanya seorang lelaki muslim dari umat Islam  yang mulia ini, yang telah mengambil kitab dengan kekuatan, dan menjual dunia untuk mendapat akherat, serta berusaha untuk mencapainya sebagaimana yang kami sangkakan … maka Alloh pun mengangkatnya ketika beliau mau mengangkat agama-Nya, memuliakannya ketika beliau berusaha untuk memuliakan kalimat-Nya, dan membuat gentar bangsa-bangsa kafir dengan beliau ketika beliau hanya takut kepada Robbnya.

Sungguh, umat yang telah melahirkan Usamah adalah umat yang subur, dan akan muncul dari padanya para ksatria dan pahlawan seperti beliau, diantara orang-orang yang menikmati pengorbanan, merasa tersiksa dengan kesabaran dan tenggelam dalam kehidupan musuh-musuh mereka dan dibukakan bagi mereka pintu-pintu negaka jahim, atau menggiring mereka menuju surga dengan borgol. Jadi, universitas iman, qur`an dan jihad yang telah meluluskan Syeikh Usamah bin Ladin tidak dan tak akan pernah tertutup pintu-pintunya. Kitabulloh akan terus terjaga, ayat-ayatnya akan selalu dibaca di tengah malam dan siang, dan tak akan pernah terhapus meskipun seluruh penghuni bumi bersatu.
Bagaimana tidak …?? Sedangkan umat kita yang muslim pada hari ini sangat antusias menyambut agamanya, sangat besar pengorbanannya demi membela aqidahnya dan begitu kuat menghadapi musuh-musuhnya  serta sangat tahu tentang hakekat yang akan dicapainya, setelah tumbuh generasi bertaqwa nan suci di dalamnya, Syeikh Usamah – semoga Alloh merahmati beliau telah menanamkan saham yang baik bersama para rekan beliau, yaitu para komandan yang baik dan para da’i yang sholih dan pilihan.
Sebuah generasi yang semakin tinggi dengan imannya, semakin mulia dengan islmanya, dan mampu menghinakan Barat yang kafir, dan arogansi peradabannya yang menipu, sebuah peradaban asusila, kotor, bobrok, dan tidak masuk akal.. sebuah generasi yang menjadikan kematian komandannya sebagai sebuah keuntungan yang akan memupuk loyalitasnya kepada agama bukan kerugian yang menjadikannya mundur ke belakang. Dengan penuh iman dan yakin beliau terus mengulang firman Alloh Ta`ala :
{وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ * وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ * فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}
“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (*) Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (*) Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imron : 146 – 148)
Jika cahaya Islam dan Jihad bisa padam dengan terbunuh atau meninggalnya seseorang, niscaya cahaya tersebut akan lenyap sejak hari meninggalnya pemimpin manusia Muhammad SAW sehingga banyak bangsa Arab yang murtad, atau niscaya lembarannya akan dilipat sejak hari Amirul Mukminin Umar bersimbah darah di mihrabnya, Utsman di hadapan mushhafnya dan Ali di tengah jalan -semoga Alloh meridhoi mereka semua-. Berapa… Dan berapa banyak Para Komandan yang berjalan diatas petunjuk mereka, yang telah memenuhi bumi dengan penyebutan, penaklukan dan jihad mereka baik di belahan timur maupun barat. Cahaya kebenaran tidak akan pernah padam dengan kematian mereka ataupun berbaliknya para pengikut mereka sepeninggal mereka. Tetapi sebaliknya, dengan terbunuhnya mereka, justru mereka semakin marah terhadap para musuh dan akan terus melakukan aksi pembalasan, dan Panji Kebenaran berada di tangan mereka seraya melantunkan firman Robb mereka :
{مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا}
“Di antara orang-orang beriman itu ada orang-orang yang berlaku jujur dengan apa yang mereka janjikan kepada Alloh, maka diantara mereka ada yang terbunuh dan diantara mereka juga ada pula yang menunggu dan mereka tidak merubah janjinya” (QS. Al-Ahzab : 23)
Berangkat dari ayat di atas, kami dari Tanzhim Qo`idatul Jihad berjanji kepada Alloh subhanah  –dan kami memohon pertolongan, bantuan dan keteguhan kepada Alloh– untuk terus berjalan di atas jalan jihad yang telah dilalui oleh para komandan kita di bawah pimpinan Syeikh Usamah tanpa ragu dan bimbang. Kami tidak akan pernah berhenti atau jenuh hingga Alloh memberi keputusan antara kami dan musuh dengan benar dan Allohlah sebaik-baik pembuat keputusan. Setelah itu, tidak menjadi masalah apakah kami akan melihat kemenangan, penakhlukan dan tamkin ataupun kami mati karenanya :
{فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا}
“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar” (QS. An Nisa : 74)
Begitu juga, kami menegaskan bahwa darah Syeikh Mujahid Usamah bin Ladin -semoga Alloh merahmati beliau- lebih berat dan lebih berharga di sisi kami dan di sisi setiap muslim dari pada beliau meninggal begitu saja. Dan dengan idzin Alloh, darah tersebut akan terus menjadi laknat yang akan menghantam orang-orang Amerika dan para jongos mereka, serta akan mengejar mereka baik di luar maupun di dalam negeri mereka sendiri. Sebentar lagi –dengan pertolongan Alloh– kami akan benar-benar merubah kesenangan mereka menjadi kesedihan, kami akan campur adukkan darah mereka dengan air mata mereka, dan kami akan benar-benar mewujudkan sumpah Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau- : “Amerika tidak akan pernah merasa aman, begitu juga siapa saja yang hidup di Amerika hingga keluarga kami yang berada di Palestina merasa aman. Dan para tentara Islam akan terus bergerak, baik secara bergerombol maupun sendiri-sendiri, mereka akan terus mengatur dan menyusun langkah tanpa lelah, bosan, putus asa, menyerah, lemah dan futur hingga mereka melakukan serangan dahsyat yang akan membuat seorang anak kecil beruban sebelum waktunya”.
Kami juga menyeru rakyat kami Umat Islam yang berada di Pakistan, di mana Syeikh Usamah terbunuh di bumi mereka, untuk segera bergerak dan bangkit untuk membersihkan kotoran yang ditorehkan oleh sekelompok pengkhianat dan pencuri kepada mereka ini, yang telah menjual segala sesuatu kepada para musuh umat ini, dan tidak peduli dengan perasaan masyarakat mulia yang berjihad ini, dan hendaklah mereka melakukan gerakan Intifadhoh (perlawanan) besar-besaran untuk membersihkan negeri mereka (Pakistan) dari najis orang-orang Amerika yang telah melakukan kerusakan di dalamnya :
{إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ}
“Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah suatu kaum hingga mereka melakukan perubahan terhadap diri mereka sendiri”. (QS. Ar Ra`du : 11)
Begitulah, Syeikh enggan untuk meninggalkan dunia ini sebelum ikut serta merasakan kebahagiaan Umat Islam dengan kebangkitannya dengan berani melakukan perlawanan terhadap kedholiman dan orang-orang dholim, dan beliau –semoga Alloh merahmati beliau– melakukan rekaman suara satu minggu sebelum beliau terbunuh yang berisi ucapan selamat, nasehat dan arahan-arahan. Yang akan kami rilis sebentar lagi dengan idzin Alloh, dan beliau menutupnya dengan bait-bait berikut :
Mengatakan kebenaran kepada thoghut ### Adalah kemuliaan dan kabar gembira
Yang merupakan jalan menuju dunia ### Dan juga jalan menuju akherat
Jika anda mau, matilah sebagai budak ### Tetapi jika anda mau, maka matilah sebagai orang yang merdeka
Kemudian kami memperingatkan Amerika, jangan berani menyentuh jasad Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau– atau memperlakukannya dengan tidak layak, ataupun kepada anggota keluarga beliau yang mulia baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dan hendaklah Amerika menyerahkan jasad-jasad tersebut kepada keluarganya. Jika tidak, maka tindakan buruk apapun yang kalian lakukan akan kami balas dengan keburukan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian mencela kecuali diri kalian sendiri. Dan kami menyeru umat Islam semuanya untuk melaksanakan kewajiban mereka dalam hal faridhoh yang benar ini.
Milik Alloh lah segala urusan, baik sebelum dan sesudahnya, dan orang-orang dholim akan mengetahui kemana mereka akan kembali.
Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Semoga sholawat dan salam yang banyak terlimpah kepada Nabi kita Muhammad serta keluarga beliau.
Tandzim Qo`idatul Jihad / Pimpinan Umum
Selasa 29 Jumadil Ulaa 1432 H
=======================
Link download dalam format Word untuk disebarluaskan:
http://x7.to/srzckf
http://www.2shared.com/document/JaDK…in_-_Tand.html

http://www.mediafire.com/?8bqzw3o8zebh554
http://www.sendspace.com/file/9q1w4d

http://www.zshare.net/download/898518382a5f0b7a/
https://rapidshare.com/files/4609727…ikh_Usamah.doc
http://hotfile.com/dl/116974609/c7f3…samah.doc.html
http://www.megashare.com/3250035
http://www.ziddu.com/download/148860…samah.doc.html
http://www.megaupload.com/?d=C2ZX024S
http://depositfiles.com/files/gp7mxrdd7
http://www.filesonic.com/file/927865…ikh_Usamah.doc
http://www.easy-share.com/1915186408…ikh_Usamah.doc
http://www.speedyshare.com/files/283…ment_Syahi.doc

Minggu, 02 Januari 2011

Tentara Allah turun di Ambon

Tragedi Ambon telah lewat sebulan. Namun, asapnya masih belum pupus benar. Meski berangsur pulih, denyut kehidupan di Ambon masih belum normal. Apalagi, darah masih terus tumpah di beberapa tempat di sekitar Kepulauan Maluku. Lagi-lagi, seperti pada tragedi Iedul Fitri kelabu, korbannya kebanyakan juga kaum muslimin. Seperti diketahui, dalam prahara Ambon, kaum muslimin menjadi kebiadaban kaum kafirin. Mereka dibantai dan disiksa dengan cara amat keji. Sejumlah kaum muslimah diperkosa. Sementara puluhan ribu orang menjadi pengungsi lantaran rumah dan toko mereka dibakar. Belum lagi belasan masjid yang dihancurkan atau dibakar.

Namun tak banyak yang tahu, di tengah segala kengerian itu terjadi peristiwa-peristiwa yang menakjubkan. Allah SWT menurunkan bala tentara-Nya ketika umat Islam nyaris jadi korban. Firman Allah SWT yang turun saat perang Badar berkecamuk belasan abad silam terbukti di bumi jihad Ambon: "Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankanNya bagimu. Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan sepuluh ribu malaikat yang datang berturut-turut (QS Al-Anfaal: 9)".

Kejadian-kejadian menakjubkan itu diceritakan oleh KH Abdul Aziz Arbi, MA, Imam Besar Masjid Jami' Al-Fatah, Ambon, kepada wartawan SABILI, M. Lili Nur Aulia dan Rizki Ridyasmara yang menemuinya, Ahad pagi (20/2) di Jakarta. Dalam wawancara selama satu setengah jam, Ustadz Abdul Aziz menuturkan kesaksiannya tentang turunnya bantuan Allah berupa sepasukan mujahidin cilik berjubah dan bersongkok putih. "Saya terpaksa mengungsikan istri dan kelima anak saya karena situasi Ambon yang masih sangat rawan. Tapi saya akan segera kembali ke sana", tutur alumnus Universitas Ummul Qura, Makkah, ini. Berikut uraiannya:

Ribuan Jundullah Cilik


Pada malam pertama kerusuhan Ambon, 19 Januari 1999, yang bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H, saya berada di rumah bersama keluarga di dalam kompleks Masjid Raya Al-Fatah. Suasana malam itu terasa amat mencekam. Tiap setengah jam sekali terdengar tiang listrik dipukul bertalu-talu -tanda adanya serangan dari pihak Nasrani. Ibu-ibu dan anak-anak semuanya dicekam ketakutan yang luar biasa. Para penyerang itu menggunakan berbagai macam senjata. Mereka berteriak-teriak bengis. Itu terjadi sepanjang malam. Tak pernah berhenti. Kita hanya bisa menahan serangan mereka.
Pada malam kedua, saya dijemput dua puluh tentara Kostrad. Saya diberi tahu bahwa saya adalah orang pertama yang akan dibunuh. Saat itu terjadi penyerangan yang cukup hebat terhadap Masjid Raya Al-Fatah. Sejak malam hingga dini hari, orang-orang Nasrani itu menyerang kita secara bergelombang. Mereka bersenjatakan panah-panah api dan racun, parang, tombak, batu, kayu, besi, senapan berburu, bom molotov, hingga bom ikan. Pasukan Muslim hanya berbekal senjata seadanya: parang, kayu, batu, dan senjata apa saja yang bisa diraih. Ada kalanya kita mendesak mereka, namun sewaktu-waktu mereka ganti mendesak kita.

Sekitar pukul 24.00 hingga pukul 01.00 malam waktu setempat, umat Islam terdesak mundur. Musuh-musuh Islam, Nasrani-nasrani itu, maju hingga mencapai pagar Masjid Raya. Mereka benar-benar ingin menghancur-leburkan Masjid Raya kebanggaan kota Ambon itu. Di dalam masjid berkumpul lima ribuan pengungsi yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu dan anak kecil. Para penyerang itu tampak sudah sedemikian dekat dengan pagar masjid. Beberapa dari mereka bahkan telah melompati pagar. Umat Islam panik bercampur marah. Para pengungsi histeris ketakutan. Gambaran kehancuran masjid dan pembantaian pengungsi sudah terbayang di depan pelupuk mata. Keadaan sudah sedemikian gawat. Nyaris tanpa harapan.

Entah mengapa, tiba-tiba para penyerang itu berbalik dan lari terbirit-birit. Kelihatannya mereka sangat ketakutan. Kita sama sekali tidak menyangka. Sungguh kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata mereka menyaksikan apa yang tidak bisa kita lihat. Ini kita ketahui melalui cerita seorang Nasrani yang berhasil ditawan: "Saya melihat ribuan kanak-kanak berusia sekitar sepuluh tahun, memakai baju dan songkok putih berlari kencang keluar dari dalam masjid ke arah kita. Seorang tua berjubah dan bersorban putih dengan tongkat di tangannya tampak memimpin pasukan itu. Jumlahnya sangat besar dan keberaniannya sangat luar biasa. Itulah yang membuat kami takut dan berbalik lari meninggalkan masjid". Subhanallah, Allahu Akbar ! Itu terjadi pada malam Kamis.


Tiupan Malaikat

Pada malam Jum'at, Masjid Al-Fatah kembali diserang. Kali ini mereka menyerang dari Jalan Baru - jalan ini terletak di depan masjid. Dengan memanfaatkan tiupan angin yang mengarah ke Masjid Al-Fatah, penyerangan dilakukan dengan membakar beberapa rumah di ujung selatan Jalan Baru. Mereka menggunakan anak panah yang menyala. Namun, ketika mereka menghujani rumah-rumah Muslim dengan ratusan anak panah berapi, panah-panah itu malah jatuh ke rumah-rumah Nasrani tetangganya. Tapi karena saat itu angin bertiup sangat kuat, rumah-rumah Muslim yang letaknya bersebelahan ikut terbakar.
Api merembet dengan cepat ke arah masjid. Tiupan angin kian mempercepat rembetan itu. Penduduk berhamburan keluar menyelamatkan diri ke Masjid Al-Fatah. Penduduk Muslim yang laki-laki bertempur di bawah kobaran api yang membubung tinggi, menahan gelombang serbuan kaum kafirin yang berusaha menerobos ke Masjid. Di Masjid, para pengungsi kembali panik. Kaum ibu berteriak histeris. Anak-anak menangis ketakutan. Hawa malam itu terasa sedemikian panas. Bercampur rasa kalut dan pasrah.

Melihat keadaan demikian, saya perintahkan semua wanita yang ada di dalam masjid mengenakan pakaian sholatnya. Saya komandokan mereka bertakbir mengagungkan nama Allah SWT. Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Gemuruh takbir kian lama kian kompak bergemuruh. Takbir yang diteriakkan oleh jiwa yang pasrah dan sungguh-sungguh mengharap pertolongan Allah membahana hingga ke luar masjid. Warga di Gang Diponegoro dan Batu Merah yang terletak di dekat Al-Fatah menangis saat mendengar takbir yang begitu memilukan. Kita bertakbir dari pukul 23.00 hingga 01.00 malam.

"Di malam yang penuh ketakutan itu, orang-orang yang berada di sekitar Masjid tiba-tiba dikejutkan oleh sebersit cahaya terang berwarna biru yang jatuh dari langit. Bola cahaya itu membelah kepekatan malam, meluncur tepat di atas Masjid Raya Al-Fatah. Entah apa sebabnya, tiba-tiba angin berbalik arah dan berhembus amat sangat kencang. Yang tadinya bertiup ke arah Masjid, kini berbalik seratus delapan puluh derajat menuju Gereja Silo. Seandainya angin masih tetap meniup ke arah Masjid, bukan tidak mungkin seluruh rumah Muslim akan habis. Tapi dengan ijin Allah SWT angin itu berbalik, dan akhirnya membakar Gereja Silo yang berjarak kurang lebih tiga ratus meter dari Al-Fatah".
Curangnya Pemda Ambon, khususnya petugas pemadam kebakaran, mereka telah memarkir dua unit mobil pemadam kebakaran di samping Gereja Silo, namun tidak di Masjid Al-Fatah. Mereka memadamkan api yang menjilat Gereja Silo.

Kita di Masjid tetap mengumandangkan takbir. Itu membuat orang-orang kafir makin kalap. Mereka kian bengis menyerang kita. Seorang pengungsi berkata kepada saya, "Ustadz, hentikan takbir. Mereka makin kalap menyerang". Takbir sejenak kita hentikan. Namun setelah berhenti, mereka tetap menyerang kita. Takbir akhirnya kita lanjutkan. Kita kembali menyusun pertahanan. Dengan takbir tersebut, kita memompa semangat jihad kawan-kawan. Mereka akhirnya bisa kita pukul mundur.
"Entah mengapa, seiring dengan terpukulnya pasukan kafir itu, angin kembali bertiup kencang menuju Gereja Silo. Api kembali membakar gereja itu". Mobil-mobil pemadam kebakaran-pun berusaha keras memadamkan api kembali. Itu terjadi pada malam Jum'at, 22 Januari 1999. Kita tidak bakar gereja, mereka sendirilah yang membawa-bawa api.


Ribuan Mujahidin Berjubah Putih

Pada hari Jum'at, 23 Januari 1999, masyarakat Desa Hitu - kurang lebih berjarak 25 km dari Ambon - ingin pergi ke Ambon bergabung dengan Muslim lainnya membela Agama Allah yang telah diinjak-injak kaum kafirin. Mereka baru mengerti, pengiriman orang-orang Nasrani dari kampung-kampung ke Ambon sebelum 'Iedul Fitri ternyata mengandung rencana busuk. Pada Hari Raya, jumlah Muslimin di Ambon berkurang drastis karena banyak yang mudik. Sedang orang-orang kafir bertambah banyak. Itu sebabnya mereka berani menyerang umat Islam.

Kabar yang beredar di masyarakat Desa Hitu dan sekitarnya menyebutkan bahwa dalam penyerangan Kamis malam, Masjid Raya Al-Fatah telah membakar dan saya - Imam Masjid tersebut - telah terbunuh oleh orang-orang Kristen. Kaum Muslimin Desa Hitu itu berkata, "Kalau Masjid Raya telah terbakar dan Ustadz telah terbunuh, untuk apa lagi kita hidup ! Mari bersama-sama kita jihad fi sabilillah !"
Di Ambon, jika orang ingin jihad fi sabilillah, mereka melakukan upacara ritual dulu: mereka mandi membersihkan segala najis yang mungkin masih melekat di sekujur tubuh, disusul dengan berwudhu, lalu mengenakan baju perang berupa jubah putih - dari Desa Hitu, Mamala, Maurela, dan Wakal - yang berjumlah sekitar empat puluh orang mulai bergerak. Mereka tidak banyak. Orang yang sungguh-sungguh siap untuk jihad fi sabilillah bukanlah orang sembarangan. Mereka harus mengerti betul apa hakikat jihad fi sabilillah tersebut.

Setibanya di Paso, mereka dihadang barikade pasukan Brimob. Pasukan Brimob itu memberi tahu bahwa Masjid Raya Al-Fatah tidak terbakar. Namun pemberitahuan itu tidak membuat pasukan jubah putih itu surut langkah. Mereka telah siap berjihad. Karena tidak mau kembali ke Hitu, akhirnya pasukan Brimob tersebut melepaskan beberapa tembakan ke arah mereka. "Namun aneh, tak sebutir peluru pun sanggup menembus jubah putih mereka. Peluru terakhir yang ditembakkan malah mental dan berbalik menuju aparat yang menembaknya. Ini diakui oleh si penembaknya sendiri".
Anggota Brimob itu menuturkan, "Setelah menembak mereka, peluru itu langsung mental, berbalik ke saya. Untung saya cepat menghindar. Setelah itu seluruh badan ini bergetar hebat. Gemetar. Senjata yang saya pegang jatuh. Akhirnya saya bilang sama komandan dan bahwa mereka ini bukan orang-orang biasa". Dalam penglihatan pasukan Brimob itu, empat puluh orang pasukan jubah putih tampak berjumlah ribuan orang. Empat orang tua berjubah dan bersorban putih yang duduk di atas empat kuda putih tampak memimpin pasukan besar tersebut. Padahal orang-orang muslim itu tidak melihat siapa-siapa selain keempat puluh warga Desa Hitu dan sekitarnya itu, dan tidak satu pun yang mengendarai kuda.

Setibanya di pinggiran Ambon, mereka dihadang tentara lagi. Mereka dinasehati agar kembali saja ke Hitu, sebab Masjid Al-Fatah tidak terbakar dan Ustadz Abdul Aziz masih hidup. Setelah mengecek kebenaran berita itu, akhirnya mereka pulang dengan damai. Dalam perjalanan pulang ke Hitu, mereka dihadang orang-orang Kristen. Terjadilah pertempuran hebat. Dalam waktu singkat seluruh orang-orang kafir itu berhasil ditumpas. Pertempuran itu menyebabnya seluruh perkampungan kafirin dan sejumlah gereja. Andai saja pasukan jubah putih itu tidak dihadang dan diserang, hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Siapa menabur angin akan menuai badai.


Jundullah Cilik

Ada pula kejadian di belakang Kota, ini nama suatu perkampungan Arab di Ambon, tempat penjualan kayu. Pada malam kelima, perkampungan itu juga diserang musuh. Padahal banyak penghuni kampung tersebut telah mengungsi. Ketika diserang, kampung belakang Kota waktu itu hanya dihuni beberapa pemuda. Walau demikian, serangan kaum kafirin itu tidak menggetarkan pemuda-pemuda Muslim. Mereka melawan dengan gagah berani sambil meneriakkan takbir. Disebabkan kalah dalam segi jumlah personil maupun senjata, lama-kelamaan para pemuda itu terdesak. "Namun, lagi-lagi kejadian aneh terjadi. Para penyerang yang jumlahnya sangat banyak itu tiba-tiba mundur dan lari tunggang-langgang".
"Esok paginya orang-orang ramai membicarakan hal tersebut. Dari penuturan para penyerang, tersiar kabar bahwa mereka mundur disebabkan adanya segerombolan kanak-kanak kecil berbaju dan bersongkok putih. Kanak-kanak itu dipimpin seorang tua berjubah serba putih dan memegang tongkat. Pasukan serba putih itu menyerang mereka dengan gagah berani. Sama seperti yang mereka lihat di Masjid Raya Al-Fatah beberapa malam lalu". Mereka berkata, "Kita heran dengan orang-orang Islam. Kita sudah punya peralatan, rencana, dan senjata yang begitu kuat, kesiapan yang lengkap, ternyata itu semua tak sanggup untuk menghancurkan mereka. Entah, kanak-kanak itu datangnya dari mana".
Dalam kerusuhan Ambon, target bunuh pertama orang-orang Kristen itu adalah para ulama, lalu orang-orang Arab, pemuka-pemuka Islam, yang keempat barulah BBM (Buton, Bugis, Makasar). Ternyata setelah 'BBM' ini banyak yang mengungsi ke kampungnya, ternyata orang-orang Kristen itu tetap memerangi orang-orang Ambon yang Muslim. Ini terjadi di Pelauw. BBM ternyata bukan sekedar Buton, Bugis, Makasar, tapi lebih kepada "Bakar, Bunuh Muslim" ! Itu pengertian BBM sekarang ini, sebab hal tersebut terus saja berjalan. Keadaan di sana masih mencekam, terutama di Paso, sekitar delapan kilometer dari Kota Ambon.


Tragedi Bosnia terulang di Ambon

Ujian yang dialami kaum Muslimin di Karang Tagepe tidak kalah beratnya. Rumah dan kampung mereka habis dibakar oleh orang-orang kafirin. Di sana, menurut mereka, wanita-wanita Muslimah yang sedang hamil dibedah perutnya. Lalu dikeluarkan janinnya, dan dicincang-cincang. Anak-anak kecil yang lari ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri ditangkapi lalu dilempar ke dalam api yang menyala. Jerit tangis bocah-bocah mungil itu sangat menyayat hati. Perlakuan iblis itu dilakukan orang-orang Nasrani di sana atas nama agamanya. Gadis-gadis Muslimah diperkosa beramai-ramai. Payudaranya ditoreh tanda salib dengan parang, lalu dipotong. Setelah puas, barulah dibunuh. Banyak di antara para Muslimah yang sudah syahid sebelum dibunuh kaum kafirin. Rasa sakit yang tak terperikan menghentikan detak jantungnya. Semoga Allah SWT berkenan menerima mereka di syurga seperti dijanjikanNya.

Kejadian yang berlangsung di Rumah Sakit Umum (RSU) di daerah Kudamati juga memilukan. Karena terjadi penyerangan di hari pertama, banyak orang Islam terluka. Mereka dibawa ke RSU di Kudamati. Walau mereka tahu Kudamati merupakan basis Nasrani, namun mungkin disebabkan lebih dekat maka mereka ke sana. Para penyerang itu diberitahu bahwa orang Islam banyak yang dirawat di RSU tersebut. Akhirnya orang-orang Nasrani itu menyerang RSU. KTP-KTP pasien digeledah untuk mengetahui pasien tersebut Islam atau non-Islam. Jika si pasien Islam maka langsung dibantai. Ibu-ibu hamil yang ada di rumah sakit itu pun banyak yang hilang. Mendengar kejadian tersebut, akhirnya banyak orang yang berobat ke Rumah Sakit Bersalin (RSB) yang ada di dalam kompleks Masjid Raya Al-Fatah. RSB Al-Fatah beralih fungsi menjadi Rumah Sakit Umum.

Di hari pertama kerusuhan pula, bertepatan dengan 'Iedul Fitri 1 Syawal 1419 H , nasib naas menimpa satu keluarga dengan dua orang anak yang tinggal di Deswa Wayane. Berawal dari suasana gembira lebaran, mereka silaturahmi ke rumah salah seorang saudara mereka yang juga merangkap toko di Pasar Mardika. Pasar itu kemudian dibakar. Dengan cepat suasana yang tadinya gembira berubah drastis menjadi suasana yang sangat mencekam. Terjadi keributan di Batu Merah, Mardika, dan tempat lainnya. Akhirnya keluarga ini pun tidak bisa pulang ke rumahnya di Desa Wayame.


Esoknya, kerusuhan meluas. Tengah malam Pasar Mardika dibakar. Sang bapak menuntun ibu dan dua anaknya yang masih kecil-kecil menyelamatkan diri dari kobaran api. Mereka berlindung di sebuah rumah yang tidak jauh dari Pasar Mardika. Pagi harinya mereka menyempatkan diri untuk sholat Dhuha dan berdo'a agar diselamatkan Allah SWT dari ketakutan ini. Dua jam mereka memanjatkan sholat dan berdo'a, sampai pukul 9.00 pagi. Setelah itu satu keluarga ini keluar menuju jalan raya. Sang bapak menggendong anak sulungnya di pundak, sedangkan ibunya menggendong si bungsu. Di jalan yang berada di pinggir laut, suasana sangat kalut dan mencekam. Keluarga ini berlari kecil menuju arah desanya. Si bapak dengan tangan terangkat ke atas memegangi anaknya yang duduk di pundaknya. Tiba-tiba, saat mereka sedang berlari, ari arah yang berlawanan segerombolan anak muda memanggil-manggil mereka dengan panggilan yang bersahabat. Di tangan mereka tergenggam parang, tombak, dan persenjataan lainnya. Si bapak yang baik hati ini mendengar panggilan itu dan berbaik sangka, dikiranya anak-anak muda itu akan menolongnya. Maka berlarilah keluarga ini mendekat ke mereka.
Dengan terengah-engah keluarga ini menghampiri anak-anak muda itu. Sebuah pertanyaan tiba-tiba terdengar dari mereka: "Islam atau Kristen !?" Dengan refleks si bapak menjawab, "Islam". Dalam sekejap mata sebuah parang yang panjang dan tajam disabetkan ke pinggang si bapak yang tangannya masih terangkat memegangi anak sulungnya. Si bapak menjerit dan tersungkur. Anaknya pun jatuh tak jauh dari bapaknya. Berikutnya terjadilah drama seram yang disaksikan oleh ibu dan kedua anaknya. Si bapak berlutut dan mengiba-iba, tangannya terangkat tinggi-tinggi, "Tolong jangan lukai saya. Saya tidak bersenjata " Tapi jawaban yang diterima malah sebuah balok kayu yang tepat menghantam kepalanya. Sang bapak jatuh tersungkur. Secepat kilat sebilah parang membelah kepalanya, diikuti puluhan parang dan tombak yang mencincang tubuhnya. Sungguh pedih penderitaan yang harus dialami keluarga tersebut. Dengan sigap, sang ibu menggendong kedua anaknya dan berlari menjauhi tempat tersebut dan bersembunyi di sebuah gudang hotel. Ia terpaksa meninggalkan suami tercinta dan anak kedua anaknya itu. Alhamdulillah, mereka selamat.

Peristiwa mengenaskan terjadi di sebuah SMEA pada hari ketujuh setelah kerusuhan. Siswa dan siswi yang Islam pada waktu itu disuruh bersembunyi oleh guru-guru mereka yang Kristen, "Hai kamu sekalian bersembunyi saja di satu ruangan. Kalau orang-orang itu tahu akan habisi kalian ini". Akhirnya para siswa-siswi itu bersembunyi di satu ruangan kelas. Ternyata ada guru lain, Kristen, yang memberi tahu para penyerang bahwa di sekolah tersebut ada anak-anak Islam yang tengah bersembunyi. Akhirnya orang-orang Kristen itu mendatangi SMEA tersebut dan membantai semua siswa-siswinya yang beragama Islam.

Dalam melakukan penyerangan, orang-orang Kristen itu bersenjata sangat lengkap. Dari jauh mereka menggunakan panah. Setelah agak dekat menggunakan tombak. Lebih dekat lagi memakai parang. Sedang kita semua tidak punya itu. Kita tidak memiliki niat untuk melakukan hal yang jelek. Karena mereka menyerang kita, maka kita membalas dengan bersenjatakan apa saja. Ada yang pergi ke dapur lalu menjumpai pisau, pisau itulah yang dipergunakan. Ada golok kita pakai, ada bambu kita runcingkan.
Mereka memakai kain merah dan ungu yang diikatkan di kepalanya. Yang berwarna merah bertugas melakukan penyerangan. Sedang yang berikat kepala ungu malakukan penghancuran. Terlihat jelas adanya koordinasi di antara mereka. Dalam kerusuhan Ambon, orang-orang Cina selamat. Saya melihat, pada saat terjadinya penyerangan, orang-orang Cina itu mengeluarkan saputangan putih yang di pinggirnya berwarna merah. Itu membuat mereka tidak diserang. Semua pertokoan Muslim terbakar, sementara toko mereka selamat. Di pasar Mardika, di satu tempat yang merupakan terminal, ada Batu Merah, Galunggung, dan sebagainya itu, semua punya Cina dan tidak terbakar. Di tempat lain, toko-toko Muslim semuanya terbakar. Sebelum penyerangan mereka melihat peta, yang mana pertokoan Muslim dan yang mana punya Cina. Mereka tahu tempatnya.

Banyak warga Ambon yang mengungsi. Tanggal 8 Februari 1999, saya dan kelarga meninggalkan Ambon. Arus pengungsi sangat banyak. Di pelabuhan ada sekitar 16.000 pengungsi yang harus dibawa menuju Buton dan Ujung Pandang. Kapasitas Kapal Siguntang itu hanya 7.000 orang. Karena orang yang harus diangkut terlalu banyak, kapal itu akhirnya mengangkut 9.000 pengungsi. Lebih dari itu kapal akan tenggelam. Itu dari Ambon saja. Sebelumnya dari Banda, dari Tual, banyak kapal-kapal sudah membawa ribuan pengungsi. Saya dan keluarga berjalan dari bawah ke atas kapal itu memakan waktu tiga jam ! Padahal jika normal paling satu menit sudah sampai. Itu disebabkan membludaknya jumlah pengungsi. Barang-barang tidak bisa lagi kita jinjing, itu semua harus dikerek ke atas kapal.
Kaum Muslimin Buton, Bugis, dan Makasar yang pulang ke daerahnya sesungguhnya hanya untuk mengantar anak dan istrinya saja ke tempat tinggal yang aman. Setelah itu mereka akan kembali semua ke Ambon bersama sanak famili yang laki-laki. Mereka akan mempertahankan Ambon Ambon sampai tetas darah terakhir. Mereka sudah bertekad untuk jihad fi sabilillah. Mereka bilang sama saya, "Ustadz, kita ini orang yang sudah banyak dosa. Kapan lagi kita akan menemukan hal yang seperti ini. Agama kita dihina. Harga diri umat Islam sudah diinjak-injak. Nabi Muhammad sudah dicaci-maki. Kapan lagi saya mau membela jika bukan sekarang !"

Kaum Muslimin yang belum ke luar Ambon kini tinggal di rumah-rumah orang Islam yang rumahnya tidak terbakar. Yang terbakar, mereka masih mendiami Taman Hiburan Rakyat Waihao, Masjid Raya Al-Fatah, Wayami, dan sebagainya. Orang-orang Islam rata-rata mendapat luka di tangan. Ada pula yang di kaki. Rata-rata kena panah. Agaknya panah-panah itu diberi racun, karena banyak yang tetanus setelah kena panah. Ada juga yang kena parang.

Hari Sabtu, hari kelima setelah kerusuhan, para pemuka Islam menghadap Kapolda dan minta izin, "Bila kita seperti ini terus, sampai kapan keadaan ini akan tuntas. Tolong, izinkan kami untuk berhadapan langsung dengan mereka. Izinkan kami untuk bertempur dengan orang-orang Nasrani itu. Kami hanya minta waktu empat jam. Jika mereka menang dalam pertempuran selama empat jam itu, kita umat Islam akan keluar dari Ambon. Tapi kalau mereka kalah, mereka harus keluar dari Ambon, dan Ambon untuk orang Islam". Itu sudah kami lakukan, tapi aparat tidak mengijinkan.
Kita terpaksa melakukan hal itu sebab aparat sangat tidak adil.Mereka memihak. Yang paling memihak adalah aparat kepolisian dan Brimob yang kebanyakan Kristen. Aparat yang Islam 'kan sedang cuti, mudik lebaran. Ketika orang Kristen yang menyerang dibiarkan, tapi giliran kita mau membalas, mereka melepaskan tembakan. Malah ada orang kita yang ditembak mereka dan meninggal. Itu terjadi di hari kedua.

Mayat-mayat yang mereka bantai tidak bisa kita lihat, sebab banyak yang terjadi di daerah mereka. Di Kudamati, misalnya, pada hari kelima kerusuhan, ada kejadian sedih yang menimpa orang Waihao. Ada pengusaha ikan, namanya Haji Lasanu. Orang Buton ini disuruh bosnya yang Taiwan untuk mengambil uang di Mangga Dua, basis Kristen. Dia mengajak anak buahnya empat orang dan seorang anaknya, Musthofa yang baru berumur 17 tahun. Sebenarnya Musthofa ini sedang tidur, tapi dibangunkan ayahnya. Sang isteri melarangnya mengajak anak itu. Tapi Haji Lasanu tetap bersikeras. Akhirnya berangkatlah mereka berenam ke Mangga Dua.

Ketika berangkat dan sampai di sana tidak ada kejadian apa-apa. Begitu akan turun, anak dan empat anak buahnya di mobil terdepan, sedang ayah satu mobil dengan bossnya di belakang. Di tengah perjalanan, sang bos ini lupa membawa handphone-nya, entah disengaja atau tidak, akhirnya satu mobil kembali ke Mangga Dua. Mobil anaknya terus turun. Di tengah perjalanan, mereka dihadang orang-orang Nasrani, orang di mobil tersebut tidak dapat berbuat apa-apa, sebab jumlah penghadang jauh lebih banyak. Kelima orang itu langsung dibunuh oleh kafirin. Setelah dibunuh, mayatnya dipotong-potong. Kepalanya dipisahkan dari lehernya, pangkal tangannya juga dipisahkan dari badannya. Para penyerang itu kemudian menghancurkan mobil, menyiramkan bensin, dan membakarnya. Mayat yang sudah hancur itu dilemparkan begitu saja ke api yang tengah menyala. Kejadian ini disaksikan banyak orang, berlangsung di tengah jalan raya.


Di rumah, sang ibu sudah cemas sebab sampai sore anaknya tidak juga pulang. Di malam hari terdengar kabar bahwa anaknya itu telah dibunuh dan dibakar. Dua hari setelah kejadian itu, ada kabar mayatnya akan dibawa ke Waihao. Di Waihao sendiri telah disiapkan kain kafan, dan lima liang kubur telah digali di sekitar rumah. Kita tidak mungkin menguburkannya di pekuburan Islam sebab terletak di Mangga Dua, daerah Kristen. Pekuburan tersebut sebenarnya tanah wakaf. Namun sampai saat ini surat-suratnya belum diterbitkan, sebab pejabat-pejabat yang berwenang kebanyakan Kristen. Akhirnya tanah itu diduduki orang Kristen. Merka buat gereja, buat rumah di atas tanah itu. Dari siang hingga tengah malam, kelima jenazah itu tidak juga didatangkan. Sebenarnya itu tiak mungkin. Untuk menenangkan keluarga Waihao itu, pihak kepolisian mengatakan pada mereka bahwa kelima korban itu sudah dikuburkan secara Islam. Padahal itu tidak benar.

Penyerangan orang-orang Nasrani kepada umat Islam di Ambon dan sekitarnya bukanlah tindakan kriminal murni. Mereka melihat itu sebagai bagian dari perang sucinya. Semestinya umat Islam dari luar Ambon - tanpa diminta oleh kita - wajib datang, merasa terpanggil. Sebab bukankah kita bersaudara ? Rasulullah saw mengatakan bahwa kita ini ibarat satu tubuh. Satu bagian yang dicubit maka sakitlah seluruh badan. Kita sekarang amat sangat butuh bantuan dari saudara-saudara seiman. Terutama untuk membangkitkan rasa percaya diri dan semangat jihad. Jika umat Islam sudah memiliki kepercayaan diri, kemudian dibangkitkan "izzatun nafs"-nya, insya Allah, walau tidak ada bantuan dari luar Ambon, kita, umat Islam di Ambon bisa mengatasi mereka. Kalau saja aparat memberi izin kita untuk bertempur dengan orang-orang kafir itu selama empat jam saja, secara adil, maka insya Allah, kita yakin bisa mengatasi mereka semua. Namun kita tetap membutuhkan bantuan dari saudara-saudara seiman di luar Ambon.

Senin, 01 November 2010

MUKJIZAT MASJIDDI MENTAWAI

Subhanallah..! Masjid Tak Tersentuh Tsunami Mentawai, 50 Orang Selamat

Mentawai (voa-islam.com) -Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, langit Sikakap tampak mendung. Di luar rumah tanah tampak lanyah. Pepohonan dan rerumputan masih basah setelah diguyur hujan deras sepanjang malam. Sebentar lagi, sepertinya hujan deras bakal turun. Ya, membasuh duka Bumi Sikerei.  

Di luar rumah, bau mayat menyengat. Aroma tak sedap menebar ditiup angin. Memang, hingga Jumat (29/10), mayat masih bergelimpangan di pinggir jalan. Pikiran saya langsung terbayang ratusan warga Pagai Selatan yang bertahan di perbukitan, dalam kondisi hujan badai. Selain menahan lapar, dinginnya malam, mereka harus melawan penyakit yang kini menyerang.     


Ternyata benar. Hujan deras mengguyur Sikakap. Tak hanya hujan, tapi juga badai. Di posko utama, para jurnalis dan relawan telah berkumpul. Seperti biasa, setiap pagi kami siap-siap menyisir desa terpencil yang belum terjamah bantuan. Pagi itu, tim relawan dan jurnalis hendak menuju Dusun Pasa Puat di Pagai Utara. Dusun itu, semua rumah hancur. Mujur, tidak ada korban jiwa.
..."Kami dalam masjid ada sekitar 50 orang, sedangkan warga yang lain telah menyelamatkan diri ke perbukitan yang berjarak satu kilometer dari masjid. Melihat masjid tidak kena sama sekali, kami merasa heran. Setelah itu kami sadar ini adalah kehendak Tuhan,...
Perjalanan menggunakan kapal kayu atau long boat. Kapal itu mampu memuat 12 orang dan sedikit logistik untuk pengungsi. Berapa menit berlayar, gelombang dua meter menghadang. Pelayaran pun dihentikan. Setelah menunggu sekitar satu jam, boat yang dinakhodai Dayat itu dilanjutkan selama dua jam pelayaran. Sepanjang perjalanan, boat nyaris karam karena dipenuhi air. Kami sampai di tujuan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari pantai, Dusun Pasa Puat sunyi senyap. Sedikit pun tidak terlihat tanda-tanda seperti sebuah kampung. Permukiman penduduk rata dengan tanah. Tak satu pun rumah warga yang berdiri. Semua tiarap. Hanya ada satu bangunan berdiri kokoh menghadap pantai. Ya, sebuah masjid. Garin masjid itu juga selamat. Zulfikar namanya.
Hari beranjak senja. Hujan belum juga reda. Zulfikar tampak bersiap menunaikan Shalat Maghrib. Dalam obrolannya, pria berusia 40 tahun itu mengaku telah tingal di dusun itu sejak kecil. Sama dengan usia masjid itu yang berdiri sekitar tahun 1960 silam. "Ini masjid tertua di dusun kami. Bentuk masjid itu sudah tidak asli lagi, karena terus diperbaiki," ujar Zulfikar.

Zulfikar menceritakan, masjid ini sama sekali tidak tersentuh tsunami pada malam itu. Padahal, lokasinya tidak jauh dari pantai. Sedangkan rumah-rumah warga di sekitar masjid, rata dengan tanah. Masjid inilah yang menjadi tempat perlindungan masyarakat saat gelombang besar datang.


Seperti mukjizat, air laut hanya sampai di teras masjid. Di luar masjid, Zulfikar melihat dengan mata kepala sendiri gelombang tsunami mencapai delapan meter. "Kami dalam masjid ada sekitar 50 orang, sedangkan warga yang lain telah menyelamatkan diri ke perbukitan yang berjarak satu kilometer dari masjid. Melihat masjid tidak kena sama sekali, kami merasa heran. Setelah itu kami sadar ini adalah kehendak Tuhan," jelas pria berjenggot itu.


Zulfikar dan 50 warga lainnya tidak henti-henti mengucap kebesaran Allah. Di luar masjid, tsunami terus menerjang sebanyak tiga gelombang. Tiada yang menduga, tsunami menghindar dari masjid. "Sepertinya, di masjid air terbelah, sehingga lantai masjid pun tidak basah sama sekali," kenangnya. (LieM/jpo)

Senin, 23 Agustus 2010

UNTUK PARA PENOLAK JIHAD

Dan di dalam Al Fatawa Al Bazaziyah disebutkan: Jika ada seorang wanita di Masyriq (wilayah timur) wajib bagi penduduk Maghrib (wilayah barat) untuk membebaskannya.. seorang wanita!! Lalu bagaimana halnya, sedangkamn kaum wanita dan kaum muslimin seluruhnya berada di dalam genggaman orang-orang kafir.
كيف القرار وكيف يهدأ مسلم    والمسلمات مع العدو المعتدي
القائلات إذا خشين فضيـحـة   جهـد المقالـة ليتنـا لم نولد
Bagaimana seorang muslim bisa diam tenang…
Sedangkan kaum muslimin bersama musuh yang menyerang …
Yang mana kaum wanita itu jika takut dihinakan, mereka mengucapkan…
Kata-kata yang menusuk hati; Duhai alangkah baiknya jika kami tidak pernah terlahir …

* Bagaimana kita bisa hidup senang sedakan kaum muslimat diperkosa di dalam penjara, kaum wanita yang masih suci dan perawan diperkosa oleh tentara-tentara Nushiriyyah, (admin: kini hal yang sama terjadi pula di Afghon, Iraq, sedangkan pelakunya adalah ahlul kitab dan paganis Amerika dan sekutunya) sampai wanita-wanita itu hamil lantaran tindakan keji penjagal itu. Lalu wanita-wanita itu mengirimkan surat kepada saudara-saudara mereka yang berada di luar penjara, yang berisikan: Kemarilah kalian dan hancurkanlah penjara ini bersama kami karena kami sudah tidak sanggup lagi untuk menanggung kehinaan ini …
أمــا لله والإســلام حـق      يدافع عنه شبـان وشيــب
فقل لذوي البصائر حيث كانوا     أجيبوا الله ويحكم أجيـبـــوا
Apakah Alloh dan Islam tidak memiliki hak …
Yang harus dibela oleh para pemuda dan kaum tua …
Katakanlah kepada orang-orang berakal di mana saja mereka berada …
Sambutlah seruan Alloh … celaka kalian … sambutlah seruan Alloh …
* Sesungguhnya orang-orang yang membantah wajibnya jihad sekarang ini, mereka itu hanyalah orang yang bodoh atau orang yang tendensius. Dan mereka itu, Alloh tidak berkehendak untuk membersihkan hati mereka. Sesungguhnya orang-orang yang membantah wajibnya jihad pada saat sekarang ini, yaitu mereka-mereka yang qo’udun (absen dalam jihad), yang pekerjaan mereka tidak lebih hanya sekedar mengkaji Al Qur’an lalu mondar-mandir di antara kenikmatan, tidur diatas kasur yang empuk, yang tidak bangun dan tidak tidur kecuali dalam namun demikian ia berbicara tentang masalah jihad … mereka itu adalah orang yang sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah: “Tidak boleh duduk bersama mereka.”
Ibnu Taimiyah mengatakan di dalam Majmu’ Fatawa juz 15: “Para pezina, homoseksual, orang-orang yang tidak berjihad, para pelaku bid’ah dan para peminum khomer, mereka itu tidak adalah orang-orang yang tidak memiliki nasehat (kesetiaan) kepada diri mereka sendiri dan kepada kaum muslimin, dan wajib hukumnya untuk mengisoler dan tidak boleh duduk bersama mereka.” Beliau meletakkan kalimat orang-orang yang tidak berjihad di antara para pezina dan homoseksual, dan di antara para pelaku bid’ah dan para peminum khomer, karena mereka itu statusnya dalam hukum Islam sama. Bahkan tahukah kalian apa perbedaan antara orang yang minum khomer dengan orang yang tidak berjihad?! Sesungguhnya orang yang minum khomer itu hanyalah membahayakan dirinya sendiri sedangkan orang yang tidak berjihad itu membahayakan umat secara keseluruhan.
* Dan orang sama sekali tidak mengetahui bahwasanya orang yang mengatakan kepada orang lain; Jangan pergi jihad sekarang ini, sama dengan orang yang mengatakan kepadanya; Jangan sholat. Dia tidak mengerti .. seakan ia sama sekali tidak berdosa.. ia mengatakan: “Jangan pergi berjihad, dan saya akan memikul dosanya.” Sembari menunjuk ke arah pundaknya.. dosanya ia akan tanggung! Sama halnya ia mengatakan: Makanlah pada bulan romadlon secara sengaja, ketika engkau dalam keadaan sehat dan tidak bepergian, saya akan memikul dosanya… ia sama dengan orang yang memotifasi orang lain agar meninggalkan sholat, atau meninggalkan puasa atau meninggalkan zakat padahal mereka mampu melaksanakannya. Mereka tidak memahami ini.
ليحملوا أوزارهم كاملة يوم القيامة ومن أوزار الذين يضلونهم بغير علم ألا ساء ما يزرون
Biarkan mereka memikul dosa mereka secara sempurna dan dosa orang-orang mereka sesatkan tanpa berdasarkan ilmu kelak pada hari qiyamat. Sungguh amat buruk apa yang mereka pikul. (An Nahl: 52)
Ia akan memikul dosanya dan dosa orang yang ia halangi untuk berjihad.
Belum cukupkah untuk menyatakan bahwa jihad di Palestina itu fardlu ‘ain padahal sudah 40 th anak keturunan kera dan babi bercokol di tanah yang paling suci dan yang diberkahi..?!
An-Nihayah wal Khulasoh, Al-Mujahid Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah